Rancangan Materi Modul Media Pelatihan – Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai inovasi pendidikan Islam yang menekankan kasih sayang, empati, kepedulian, dan nilai-nilai akhlak dalam setiap proses belajar. Untuk itu, guna mendukung implementasinya secara optimal, diselenggarakan sejumlah Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training yang dirancang khusus bagi guru, kepala madrasah, pengawas, serta orang tua.
Contoh Rancangan Materi Modul media Pelatihan Guru, Kepala Madrasah dan Orang tua:
-
Bimtek Implementasi KBC di Madrasah
Training ini secara khusus membekali para guru madrasah dengan mindset, skillset, dan toolset esensial untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan pendekatan holistik, guru tidak hanya menciptakan pengalaman belajar yang mendalam secara akademis, tetapi juga menumbuhkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian yang sejalan dengan ruh pendidikan Islam. Selain itu, peserta diajak memahami paradigma serta basis konsep Kurikulum Berbasis Cinta, kemudian menggali makna terdalam dari tujuh topik utama yang menjadi pilarnya, dan akhirnya mengintegrasikan seluruh nilai tersebut ke dalam setiap aspek pembelajaran di madrasah.
Peserta
-
- Kepala Madrasah
- Guru
Format
-
- Offline
Paradigma dan konsep Kurikulum Berbasis Cinta
Materi
-
- Panca Cinta: 5 Tema KBC
Metode dan strategi penerapan:
-
-
- Project/Problem Based Learning
- Experiential Learning
- Deep Learning
-
Pemanfaatan alat bantu dan teknologi:
-
-
- AI untuk perencanaan pembelajaran
- Boardgame untuk Experiential Learning
- Assessment tools untuk pengukuran dampak
-
- Training Servant Leadership: Kepemimpinan Berbasis Cinta
Pertama-tama, karena Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menempatkan keteladanan sebagai salah satu prinsip dan strategi utama, maka diperlukan langkah yang sistematis untuk meningkatkan kapasitas para pemimpin pendidikan, khususnya kepala madrasah dan pengawas. Selanjutnya, dalam konteks ini, Servant Leadership menjadi konsep kepemimpinan yang paling selaras dengan nilai-nilai KBC, karena menekankan pelayanan, ketulusan, dan keberpihakan kepada orang yang dipimpin. Dengan demikian, melalui training ini, diharapkan lahir para pemimpin yang penuh cinta, yang bukan hanya mengatur dan mengawasi, tetapi juga hadir sebagai teladan nyata dalam menerapkan nilai-nilai KBC di madrasah.
Tujuan
-
- Melahirkan pemimpin yang penuh cinta, mampu menjadi teladan, dan menumbuhkan budaya madrasah berbasis cinta.
Peserta
-
- Pengawas
- Kepala Madrasah
Format
-
- Offline
Materi
-
- Panca Cinta Kurikulum Berbasis Cinta
- 10 karakteristik servant leadership
- Penerapan servant leadership dalam implementasi KBC
- Strategi membangun sistem dan budaya penuh cinta
- Strategi pengembangan SDM dan komunitas belajar yang penuh cinta
Baca Juga: Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Ruang Kelas: KBC
-
Training Disiplin Positif: Pengasuhan Berbasis Cinta
Disiplin positif merupakan pendekatan mendidik anak yang menekankan pada pengajaran dan bimbingan, bukan pada hukuman. Dalam praktiknya, guru maupun orang tua berfokus membangun disiplin diri, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta melatih kemampuan anak dalam memecahkan masalah, sambil tetap menjaga harga diri dan hubungan yang harmonis. Lebih jauh, disiplin positif menetapkan batasan secara jelas, konsisten, dan masuk akal, sambil menyampaikannya dengan rasa hormat dan empati, bukan dengan kemarahan atau kontrol paksa. Karena itu, ketika kita mengintegrasikan pendekatan ini dengan Kurikulum Berbasis Cinta, kita membangun fondasi pendidikan yang kokoh. Keduanya sama-sama menumbuhkan kasih sayang, empati, rasa hormat, inklusivitas, serta koneksi yang mendalam dalam proses pendidikan.
Peserta
-
- Guru
- Orang Tua
Format
-
- Offline
Materi
-
- Paradigma KBC dalam pengasuhan
- Disiplin biasa vs Disiplin Positif
- Penerapan disiplin positif dalam implementasi KBC
- 7 Prinsip Disiplin Positif:
- Kesadaran internal, bukan kendali luar
- Konsekuensi logis, bukan hukuman
- Dukungan, bukan hadiah
- Koneksi sebelum koreksi
- Memahami, bukan menghakimi
- Mengendalikan diri, bukan orang lain
- Lembut sekaligus tegas
- Training Madrasah Happy Tanpa Bully
Menurut laporan UNICEF, perundungan atau bullying tercatat sebagai kontributor terbesar kekerasan di dunia pendidikan. Sayangnya, perundungan sulit dihilangkan karena sudah mengakar dan bahkan membudaya. Selain itu, masih banyak kesalahpahaman serta kekurangan keterampilan dalam mencegah maupun menangani kasus perundungan. Oleh sebab itu, melalui Bimtek ini peserta akan belajar sejumlah mindset fundamental serta skillset penting yang dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bullying.
Peserta
-
- Guru
- Orang Tua
Format
-
- Offline dan Online (LMS Asinkronus)
Materi
-
- Implementasi KBC dalam mewujudkan madrasah bebas kekerasan
- 7 Jurus Cegah dan Tangani Bullying:
- Romi Remuk: Memahami dampak bullying
- Museum Bully: Mengenal 20 bibit bullying
- AyamBu Susan: Ciri-ciri dan evolusi bullying
- Upstander: Mengubah penonton jadi pembela
- Korban: Kenali, lindungi, dan bangun resiliensi
- Pembully: Pahami, dampingi, bukan jauhi
- Detektif Anti Bully: Deteksi dini, sistem pelaporan, dan penanganan
- Penyusunan perencanaan strategis pencegahan bullying di madrasah
Modul dan Media Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta
untuk mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah, telah tersedia berbagai modul panduan dan media belajar yang dirancang khusus bagi guru, kepala madrasah, orang tua, maupun murid. Adapun daftar lengkapnya adalah sebagai berikut:
-
Modul Panduan KBC
-
- Panduan Umum KBC
- Panduan Training KBC
- Panduan KBC di Madrasah
- Buku Saku KBC
- 17 Inspirasi Project Based Learning KBC di Madrasah
- Buku Panduan untuk Kepala Madrasah: Kepemimpinan Berbasis Cinta
- Buku Panduan untuk Guru dan Orang Tua: Pengasuhan Berbasis Cinta
- Budaya Madrasah Berbasis Cinta: Membangun Sistem Pencegahan Perundungan di Madrasah
-
Media Belajar Pendukung
-
- Seri video pembelajaran KBC untuk Guru
- Seri video pembelajaran KBC untuk Murid
- Seri video pembelajaran KBC untuk Orang Tua
- Boardgame dan Flash Card sebagai media belajar interaktif dalam pelatihan KBC
👉 Dengan adanya modul dan media pendukung ini, madrasah diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang lebih inspiratif, menyenangkan, dan penuh empati.
Sumber :
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025
Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

