MI No.05/E.72 Talang Lindung Giat Menyusun Kurikulum Madrasah dalam Rangka Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

MI No.05/E.72 Talang Lindung

Jum’at (07/08/2026) – MI No.05/E.72 Talang Lindung, Kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga menekankan nilai-nilai spiritual dan karakter. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penyusunan Kurikulum Madrasah dalam rangka penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih humanis, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memperkuat identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.

Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Kegiatan ini menghadirkan Pengawas Madrasah, Bapak H. Marwan, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber utama. Dalam penyampaian, beliau menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi fondasi utama dalam proses pendidikan.

Menurut beliau, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mampu melahirkan peserta didik yang:

  • Cerdas secara akademik
  • Memiliki kedalaman spiritual
  • Berakhlak mulia
  • Memiliki kepedulian sosial tinggi

Integrasi Nilai Panca Cinta dalam Pembelajaran

Keberhasilan implementasi KBC sangat ditentukan oleh kemampuan madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai 5 Panca Cinta ke dalam seluruh aktivitas pembelajaran.

Adapun penerapannya meliputi:

1. Intrakurikuler

Pembelajaran di kelas yang mengedepankan nilai cinta, keteladanan, dan pembentukan karakter siswa.

2. Kokurikuler

Kegiatan pendukung pembelajaran yang memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai.

3. Ekstrakurikuler

Pengembangan minat dan bakat siswa yang berbasis pada nilai-nilai karakter dan kebersamaan.

4. Iklim dan Budaya Madrasah

Menciptakan lingkungan madrasah yang religius, harmonis, dan penuh kasih sayang.

Seluruh komponen tersebut diarahkan untuk mencapai indikator Panca Cinta KBC secara nyata dan terukur dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Peran Strategis Kepala Madrasah dan Guru

Pada kegiatan ini dipandu langsung oleh Kepala Madrasah, yang dalam hal ini Umi Misjunarti, S.Pd.I., selain memandu kegiatan beliau juga menegaskan bahwa penyusunan kurikulum bagian langkah strategis dalam membangun pendidikan yang berkualitas.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, membangun akhlak, dan membentuk generasi islami yang berdaya saing,” ungkap beliau.

Seluruh majelis guru MI No.05/E.72 Talang Lindung turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mereka terlibat dalam diskusi, perencanaan, serta penyusunan strategi implementasi KBC dalam Kurikulum Operasional Madrasah.

Menuju Madrasah Unggul dan Berkarakter

Melalui kegiatan ini, MI No.05/E.72 Talang Lindung diharapkan semakin siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan madrasah yang:

  • Unggul dalam prestasi
  • Kuat dalam karakter
  • Adaptif terhadap perkembangan zaman
  • Tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman

Dengan sinergi antara pengawas, kepala madrasah, guru, dan seluruh elemen terkait diharapkan KBC dapat menjadi model pembelajaran yang berdampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

Writer : Mukhlis Zarkasdi

Baca Juga :

Rencana Pembelajaran RA, MI, MTs, dan MA Kurikulum Berbasis Cinta

Khutbah Jumat: Iman dan Takwa, Dua Penopang Kehidupan yang Berkah

 

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *