Contoh Implementasi KBC Untuk Murid: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler, dan Iklim/Budaya Madrasah

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid: Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler, dan Iklim/Budaya Madrasah :

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Intrakurikuler : Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Topik Panca Cinta         : Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Lingkungan

Mata Pelajaran               : Fikih

Pembahasan                    : Wudu’

Tujuan Pembelajaran   : Murid mampu:

    1. Melaksanakan wudu sesuai syarat dan rukun.
    2. Menunjukkan sikap cinta Allah dan Rasul-Nya melalui perilaku sehari-hari.
    3. Menjaga kelestarian lingkungan dengan menghindari pemborosan air.

Materi Integrasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta):

    1. Mensyukuri nikmat Allah Swt. melalui rasa syukur dalam aktivitas harian.
    2. Mempraktikkan sifat-sifat Rasulullah, seperti hemat dan tidak boros.
    3. Menjaga kebersihan (thaharah) serta menghemat energi (menghindari ishraf).

Metode Pembelajaran : Project Based Learning (FIDS)

Proses Belajar : Feel, Imagine, Do, Share.
Murid mengalami secara langsung apakah wudu mereka boros air (tabdzir) atau tidak.

Alur Pembelajaran

    1. Feel (Merasakan)
      • Murid melakukan observasi dan pengukuran air yang dipakai saat berwudu.
      • Hasilnya: rata-rata mereka menghabiskan 9 liter air sekali wudu.
      • Data menunjukkan masjid menjadi salah satu tempat konsumsi air tertinggi setelah hotel dan mal.
      • Fakta dari internet memperlihatkan bahwa banyak negara sudah mengalami krisis air bersih.
    1. Imagine (Membayangkan)
      • Murid mencari tahu jumlah air yang digunakan Rasulullah saw. saat berwudu.
      • Ternyata Rasulullah hanya berwudu dengan satu mud (± 0,5 liter air).
      • Hal ini menunjukkan betapa hematnya Rasulullah dalam menggunakan air.
    1. Do (Melakukan)
      • Murid mempraktikkan wudu hemat air ala Rasulullah.
      • Mereka mencoba berwudu hanya dengan satu botol air mineral ukuran sedang.
      • Hasilnya, wudu tetap sah dan sempurna tanpa harus boros air.
    1. Share (Berbagi)
      • Murid melakukan edukasi wudu hemat air kepada teman-teman mereka.
      • Mereka membuat video edukasi dan membagikannya ke audiens lebih luas, mengajak masyarakat untuk berwudu dengan hemat air.

Baca Juga : Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Telaah Definisi, Tujuan, Tantangan

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Kokurikuler: Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta

Topik Panca Cinta         : Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Lingkungan

Mata Pelajaran               : Aqidah Akhlak, IPA (Lintas Ilmu)

Pembahasan                   : Asmaul Husna: Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim

Materi Integrasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) :

            1. Mengenal Asmaul Husna untuk meneladani sifat-sifat mulia Allah Swt., yaitu Ar-Rahman (Maha Pengasih), Al-Wadud (Maha Penyayang), dan Al-Karim (Maha Mulia).
            2. Menghindari fasad (kerusakan) dan larangan merusak lingkungan.

Metode Pembelajaran    : Experiential Learning (ARKA)

Proses Belajar                :

Murid diajak untuk melakukan outing yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembelajaran cinta terhadap Allah dan cinta terhadap lingkungan. Dengan metode 54321, murid akan merasakan langsung cinta Allah yang tersebar di seluruh alam, sambil memperhatikan pentingnya menjaga lingkungan dan menghindari kerusakan (fasad).

Alur Pembelajaran

1. Aktivitas (Outing ke Alam dengan Metode 54321)

Murid berjalan kaki ke alam terbuka sambil melakukan latihan kesadaran penuh (mindfulness) dengan metode 54321:

      • Lihat lima benda secara fokus, sebagai bentuk penghargaan terhadap ciptaan Allah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman).
      • Dengarkan empat suara secara fokus, mendengarkan alam sebagai wujud cinta Allah yang Maha Penyayang (Al-Wadud), yang selalu memberikan kedamaian melalui suara alam.
      • Pegang atau raba tiga benda secara seksama, merasakan karunia Allah yang Maha Mulia (Al-Karim), yang memberikan keindahan dan manfaat dalam setiap ciptaan-Nya.
      • Cium atau hirup wangi dua benda, mengingatkan kita akan rahmat Allah yang tersebar di alam semesta.
      • Makan satu benda atau tumbuhan, sebagai rasa syukur atas karunia kehidupan yang diberikan Allah.
2.Refleksi

Guru mengajak murid berefleksi tentang sensasi yang mereka rasakan dari aktivitas tadi. Guru menanyakan perbedaan pengalaman antara berjalan di alam tanpa fokus dan berjalan dengan penuh kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Setelah itu, guru menjelaskan bahwa keindahan alam memancarkan cinta Allah yang wajib mereka jaga dan hargai, sesuai dengan larangan Allah untuk tidak merusak alam (fasad).

3. Konsep

      • Jelaskan bahwa segala yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium adalah wujud tajalli (pancaran cinta Allah).
      • Allah menampilkan sifat-Nya: Ar-Rahman, Al-Wadud, Al-Karim melalui ciptaan-Nya.
      • Hubungkan dengan firman Allah: “Ke mana pun kamu menghadapkan wajah, di sana ada wajah Allah” (QS. Al-Baqarah: 115).
      • Hal ini menegaskan bahwa alam adalah tanda cinta Allah yang harus dihormati.
  1. Aplikasi
    • Tantangan untuk murid: selama 1 minggu, mereka harus memberi perhatian penuh pada lingkungan sekitar.
    • Tujuannya: menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari cinta kepada Allah, sesama manusia, dan bumi.

Baca Juga: Ruang Lingkup Kurikulum Berbasis Cinta

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Ekstrakurikuler: Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Topik Panca Cinta       : Cinta Ilmu dan Cinta Diri & Sesama

Ekstrakurikuler            : Banjari (Latihan Rutin Hadrah Religi)

Materi Integrasi KBC   :

            1. Cinta Ilmu:
              • Niat yang lurus
              • Tekun
              • Tawakal
              • Wara’
              • Yakin
              • Syukur
            2. Cinta Diri & Sesama:
              Murid dilatih untuk membiasakan akhlak terpuji terhadap diri sendiri, seperti:
              • Tawakal
              • Syukur
              • Sabar
              • Kreatif
              • Produktif
              • Inovatif

Metode Pembelajaran :

              • Experiential Learning (ARKA)
              • Collaborative Learning

Proses Belajar : Dalam latihan Banjari, murid berkesempatan mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu serta Cinta Diri dan Sesama melalui kegiatan yang mendorong pengembangan diri dan memperkuat sikap positif dalam diri mereka.

Alur Proses Belajar

    1. Aktivitas
      Murid memulai latihan hadrah dengan niat yang tulus untuk menuntut ilmu. Setiap ketukan rebana dan lantunan syair menjadi wujud kesungguhan mereka dalam belajar. Mereka tekun berlatih, tawakal atas hasil yang diperoleh, dan selalu bersyukur atas setiap kemajuan kecil yang diraih. Dari proses ini, murid tidak hanya mengasah keterampilan seni, tetapi juga menumbuhkan akhlak terpuji seperti kesabaran dalam berlatih, produktivitas dalam berkarya, serta kreativitas dalam mengekspresikan diri. Lebih dari itu, mereka belajar bekerja sama dengan teman-teman dalam suasana penuh penghargaan dan rendah hati, sehingga latihan hadrah menjadi media pembelajaran akhlak sekaligus pengalaman kebersamaan yang bermakna.
    2. Refleksi

      Setelah latihan, guru mengajak murid merenungkan bagaimana niat, ketekunan, tawakal, dan rasa syukur hadir dalam setiap proses belajar mereka. Murid kemudian belajar mengevaluasi diri dengan menanyakan sejauh mana mereka telah menjaga akhlak baik, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Melalui refleksi ini, mereka menyadari bahwa belajar bukan hanya melatih keterampilan, tetapi juga membentuk karakter yang akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

    3. Konsep

      Murid menyadari bahwa belajar tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk dan memperkuat karakter. Mereka menumbuhkan ketekunan, berlatih tawakal, serta menjaga sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain sebagai fondasi penting dalam setiap proses pembelajaran.

    4. Aplikasi

      Guru menantang murid untuk menerapkan nilai-nilai yang mereka pelajari dengan berbagi ilmu, menjaga kebersihan, serta menunjukkan sikap tawakal dan sabar dalam aktivitas sehari-hari. Murid juga diminta menampilkan akhlak terpuji dalam setiap hubungan dengan orang lain.

Baca Juga : Buku Saku Guru KBC Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Contoh Implementasi KBC Untuk Murid

Iklim/Budaya Madrasah: 

Topik Panca Cinta       : Cinta Allah dan Rasul-Nya serta Cinta Diri dan Sesama

Bentuk Iklim/Budaya   : Pembiasaan Salat Dhuha

Materi Integrasi KBC   :

            1. Mensyukuri nikmat Allah Swt. melalui rasa syukur dalam perilaku sehari-hari.
            2. Membiasakan akhlak terpuji kepada diri sendiri dan sesama melalui ibadah serta interaksi sehari-hari.

Metode Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Mindful, Meaningful, Joyful)

Dalam proses belajar, guru membiasakan murid melaksanakan Salat Dhuha. Melalui pembiasaan ini, murid secara aktif mengintegrasikan nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta cinta kepada diri sendiri dan sesama. Selanjutnya, ibadah ini memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Allah, menumbuhkan rasa syukur, dan menanamkan kebahagiaan dalam diri. Akhirnya, kebahagiaan tersebut memengaruhi perilaku mereka secara positif dalam interaksi sehari-hari.

Alur Proses Pembelajaran

    1. Mindful

      Pertama, setiap pagi murid secara aktif melaksanakan Salat Dhuha dengan penuh kesadaran. Kemudian, sebelum salat dimulai, guru membimbing mereka untuk menenangkan pikiran dan memusatkan niat agar semakin dekat dengan Allah. Selanjutnya, dalam setiap gerakan dan bacaan, murid menghadirkan diri sepenuhnya dalam ibadah, merasakan kehadiran Allah, serta menaruh hati mereka dalam setiap doa. Akhirnya, melalui pembiasaan ini, murid berlatih mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan hati yang tulus serta penuh pengharapan.

    2. Meaningful

      Setelah selesai melaksanakan Salat Dhuha, guru mengajak murid untuk melakukan refleksi baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini, guru menanyakan kepada murid tentang perasaan mereka setelah beribadah, misalnya: Apa yang kalian rasakan dalam hati setelah melaksanakan salat? Melalui pertanyaan tersebut, murid mulai menggali makna dari setiap doa yang mereka panjatkan. Selain itu, mereka juga merenungkan bagaimana Salat Dhuha memberi kekuatan untuk mencintai diri sendiri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

    3. Joyful

      Murid memahami Salat Dhuha sebagai cara untuk merasakan kebahagiaan dalam beribadah sekaligus mencintai Allah dengan tulus. Setelah selesai salat, mereka menumbuhkan rasa syukur yang menghadirkan kedamaian hati serta memperkuat cinta kepada diri sendiri. Rasa bahagia dalam beribadah kemudian mendorong mereka untuk mengalirkan tindakan positif, baik kepada diri sendiri maupun kepada sesama. Melalui pengalaman ini, murid menyadari bahwa setiap ibadah yang mereka lakukan dengan penuh kesadaran tidak hanya mewujudkan cinta kepada diri sendiri, tetapi juga menjadi langkah nyata menuju kehidupan yang lebih bermakna dengan tujuan berbagi kebaikan kepada orang lain.

    4. Joyful dan Meaningful dalam Aksi

      Setelah selesai Salat Dhuha, murid tidak hanya berhenti pada ibadah semata, tetapi juga ditantang untuk membuktikan nilai akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Mereka belajar mengamalkan kebaikan melalui tindakan nyata, misalnya dengan membantu teman yang sedang kesulitan, sehingga tumbuh sikap peduli dan solidaritas. Selanjutnya, mereka menjaga hubungan harmonis dengan keluarga, sebagai bentuk nyata cinta dan tanggung jawab. Selain itu, murid juga berbagi ilmu yang bermanfaat, agar pengetahuan yang dimiliki menjadi berkah bagi orang lain. Tidak kalah penting, mereka menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sebab kebersihan merupakan bagian dari iman. Akhirnya, murid diajak untuk menunjukkan kesabaran dan rendah hati dalam setiap aktivitas sehari-hari, sehingga nilai akhlak mulia benar-benar hadir dalam perilaku nyata.

Dengan begitu, murid menyadari bahwa setiap tindakan positif adalah wujud nyata cinta kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sesama.

Sumber : 

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025

Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *