🕌 Khutbah Jum’at: Syukur yang Mengundang Nikmat, Kufur yang Mengundang Laknat
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa, takwa yang bukan hanya di lisan, tetapi hidup dalam hati dan nyata dalam perbuatan. Takwa yang mendorong kita untuk taat saat sendiri maupun di hadapan manusia, serta menjauhkan kita dari segala yang dilarang-Nya, meskipun itu terasa ringan dan dianggap sepele.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mengapa Kita Sering Lupa Bersyukur?
Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri: mengapa hati ini sering merasa kurang, padahal nikmat begitu banyak?
Kita sering sibuk melihat apa yang belum kita miliki, hingga lupa menghitung apa yang sudah Allah beri. Kita membandingkan hidup kita dengan orang lain, melihat ke atas dalam urusan dunia, lalu hati menjadi sempit dan penuh keluhan.
Padahal, jika sejenak saja kita berhenti, menundukkan hati, dan merenung dengan jujur, kita akan sadar bahwa hidup ini sesungguhnya dipenuhi dengan nikmat yang luar biasa. Nikmat iman yang menjaga kita dari kesesatan, nikmat kesehatan yang memungkinkan kita untuk beraktivitas, nikmat keluarga yang menemani hari-hari kita, serta nikmat waktu yang terus Allah beri tanpa kita minta.
Namun ironisnya, semua itu sering kita anggap biasa… hingga suatu saat Allah mengambilnya, barulah kita merasa kehilangan.
Allah ﷻ telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”
(QS. An-Nahl: 18)
Ayat ini bukan hanya sekedar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan, bahwa kita hidup bukan dalam kekurangan, melainkan dalam lautan nikmat yang sering kita lupakan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Hakikat Syukur yang Sebenarnya
Syukur bukan sekadar ucapan “Alhamdulillah” di lisan. Syukur adalah sikap hidup yang mencakup tiga hal:
- Syukur dengan hati: meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah ﷻ
- Syukur dengan lisan: memuji Allah dengan ucapan yang baik
- Syukur dengan perbuatan: menggunakan nikmat untuk kebaikan dan ketaatan
Inilah syukur yang sejati. Syukur yang bukan hanya diucapkan, tetapi juga dirasakan dan diamalkan.
Allah ﷻ menjanjikan sesuatu yang luar biasa bagi orang-orang yang bersyukur:
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
(QS. Ibrahim: 7)
Ini janji Allah, bukan sekadar kemungkinan, tapi kepastian.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ada banyak nikmat yang sering kita lupakan:
- Nikmat iman dan Islam yang tidak semua orang mendapatkannya
- Nikmat kesehatan yang baru terasa saat sakit
- Nikmat waktu yang sering kita sia-siakan
- Nikmat keluarga yang kadang kita abaikan
- Nikmat ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan harta
Sering kali kita baru menyadari nikmat itu setelah ia hilang. Maka orang yang cerdas adalah yang mampu bersyukur sebelum kehilangan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Bahaya Kufur Nikmat
Sebaliknya, kufur nikmat bukan hanya berarti tidak mengakui nikmat Allah. Kufur nikmat juga bisa berupa:
- Terlalu sering mengeluh
- Menggunakan nikmat untuk maksiat
- Lalai dan tidak peduli terhadap karunia Allah
Akibatnya sangat berbahaya:
- Hilangnya keberkahan dalam hidup
- Hati menjadi sempit dan gelisah
- Datangnya ujian dan musibah
Allah ﷻ mengingatkan:
“Dan jika kalian kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kita sering melihat fenomena di sekitar kita:
Ada orang yang hartanya banyak, tetapi hidupnya tidak tenang. Sebaliknya, ada yang hidup sederhana, namun hatinya penuh ketenangan dan keberkahan.
Apa bedanya?
Bukan pada jumlah harta, tetapi pada rasa syukur.
Hari ini, banyak orang mudah mengeluh, tetapi sulit bersyukur. Padahal, semakin kita bersyukur, semakin Allah tambahkan nikmat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Agar kita termasuk orang yang bersyukur, maka lakukan beberapa hal berikut:
- Biasakan berdzikir dan mengucapkan “Alhamdulillah”
- Lihatlah orang yang di bawah kita dalam urusan dunia
- Gunakan nikmat untuk ibadah dan kebaikan
- Perbanyak sedekah
- Jaga lisan dari keluhan berlebihan
Syukur itu bukan menunggu cukup, tapi cara agar merasa cukup.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ingatlah, syukur akan mengundang nikmat, sedangkan kufur akan mengundang laknat dan musibah.
Maka marilah kita evaluasi diri kita masing-masing:
Sudahkah kita benar-benar menjadi hamba yang bersyukur?
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
By: Mukhlis Zarkasdi
Baca Juga :

- Khutbah Jum’at Maulid Nabi: Meneladani Rasulullah, Jalan Keluar dari Krisis Moral
- Khutbah Jum’at Maulid sebagai Inspirasi Persatuan Umat di Tengah Perpecahan
- Tua Bukan Berarti Usang: Makna Hidup Lansia di Era Modern
- Masjid, Madrasah, dan Media: 3 Pilar Edukasi Islam yang Harus Berjalan Bersama
- Download RPP RA, MI, MTs, dan MA Kurikulum Berbasis Cinta
- Download Pemetaan CP Kurikulum Berbasis Cinta Semua Fase RA, MI, MTs, dan MA
- Pendaftaran Santri Baru 2026: Kelas Qiro’at Sab’ah untuk Pemula Rumah Tilawah Nurul Hikmah
- Download Buku Al-Qur’an Hadist Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Download Buku Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Download Buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Download Buku Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Download Buku SKI Madrasah Ibtidaiyah (MI)
- Download Buku Al-Qur’an Hadist Madrasah Tsanawiyah (MTS)
- Download Buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah (MTS)
- Download Buku Fikih Madrasah Tsanawiyah (MTS)
- Download Buku Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah (MTS)
- Download Buku SKI Madrasah Tsanawiyah (MTS)


